Utara Update, Marga Sakti Sebelat (21/01/24) – Dinas Pendidikan Bengkulu Utara sikapi persoalan Oknum Guru Agama yang diduga melakukan tindak pidana cabul terhadap siswa didiknya di salah satu sekolah dasar di salh satu desa di wilayah kecamatan marga sakti sebelat pada minggu 21 Januari 2024.
Baca Juga :
- https://utaraupdate.com/ragam/pendidikan/diduga-cabul-oknum-guru-agama-di-bengkulu-utara-dilaporkan-ke-polsek-putri-hijau/
- https://utaraupdate.com/bengkulu-utara/ipda-nizar-oknum-guru-terduga-cabul-sudah-kita-amankan/
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara ingin mengetahui secara jelas permasalahan yang sedang viral di kalangan netizen masyarakat bengkulu utara tersebut sebagai bahan dasar dalam menyikapi permasalahan yang terjadi.
Ikut mendampingi Drs. Fachrudin dalam acara tersebut, Sekretaris Dispendik BU, Kabid SD Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Ibu Veni Kabid Perlindungan Anak Dinas PPPA, Sdr. Mimid Kepala UPTD PPPA dan Hepi Dinas PPPA Bengkulu Utara.
Tampak hadir juga dalam pertemuan tersebut pihak perwakilan PGRI Putri Hijau dan marga Sakti sebelat, Dewan Guru dan staf sekolah terkait, Pemdes setempat, Fasda DRPPA BU Julisti Anwar, SH yang juga merupakan seorang Advokat yang kerap melakukan pembelaan terhadap hak-hak Perempuan dan Hak-hak Asasi Anak serta Fasda PATBM BU Ibnu Majah, dan wali murid korban Dugaan Cabul bersama ke 24 orang anak-anak korban.
Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara Fahrudin mengatakan, “kami dari Diknas Bengkulu Utara sangat menyayangkan kejadian ini.”
“kami merasakan apa yang Bapak dan ibu rasakan akibat ulah oknum guru tersebut.” sambung Drs. Fahrudin.
“Kami berharap kita semua dapat bersabar, biar kita secara bersama-sama mengawal kasus ini dan kita serahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum,” ucap Fahrudin.
Lebih jauh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara mengatakan, “kami akan mengevaluasi sekolah terkait untuk melihat sejauh mana Sekolah tersebut dalat meningkatkan mutu anak setelah kejadian ini.”
“Para guru harus lebih bersikap persuasif untuk memberi motivasi terhadap anak tersebut karena Psikis anak harus kita tingkatkan setelah kejadian ini,” lanjut Drs. Fachrudin.
“Mungkin nantinyapun kami akan menurunkan para Psikolog untuk menerapkan trauma healing guna mengembalikan kepercayaan anak tersebut,” lanjut Kadispendik Bengkulu Utara.
“Pada intinya para guru harus dapat memberi pendampingan yang lebih terhadap anak tersebut tersebut dalam hal mengembalikan kondisi psikis anak,” pungkasnya.
Baca Juga :
- https://utaraupdate.com/bengkulu-utara/jawahir-sh-mengecam-keras-perilaku-cabul-oknum-guru-agama/
- https://utaraupdate.com/bengkulu-utara/julisti-anwar-sh-soroti-perilaku-cabul-oknum-guru-di-bengkulu-utara/
Salah seorang Wali Murid Rohmat mengatakan, “kami sudah melaporkan kasus tersebut ke penegak hukum.”
“Oleh sebab itu kami meminta agar pihak penegak hukum serius dalam menangani kasus tersebut,” ucap Rohmat
Eliyadi seorang wali murid lainnya mengungkapkan, “sebenarnya kami ada kekecewaan terhadap pihak sekolah dimana Oknum Guru (He) mengajar.”
“Sebab saat guru dan murid membuat perdamaian terhadap Dugaan Kasus cabul Oknum guru terhadap anak-anak kami, kami selalu orang tua tidak ikut dihadirkan,” ucapnya.
“Terlebih lagi di dalam surat tersebut anak-anak di suruh tanda tangan, nama nya anak-anak mana mereka tahu, kami jujur kecewa dengan sikap para guru dalam menyikapi permasalahan tersebut,” pungkasnya. (Bayu Setiawan)












