Terkait Dugaan Malpraktek, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Argamakmur Gelar Konferensi Pers

1540

Utara Update, Bengkulu Utara (26/10/23) – RSUD Argamakmur Gelar Konferensi Pers terkait maraknya pemberitaan mengenai adanya dugaan malpraktek yang mencoreng nama baik RSUD Argamakmur pada kamis 26 Oktober 2023.

Baca Juga : https://utaraupdate.com/bengkulu-utara/dugaan-malpraktik-oleh-oknum-dokter-di-rsud-argamakmur-ketua-umum-ombb-angkat-bicara/

Konferensi Pers yang digelar di RSUD Argamakmur pada pukul 10:00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Utara dr.Hj.Herawati, Sp.PK.

Dalam konferensi Pers tersebut, dr. Hj. Herawati, Sp.PK mengucapkan terima kasih kepada semua insan Pers yang telah bersedia hadir memenuhi undangan.

”Terimakasih hari ini kita klarifikasi terkait pemberitaan Media Harian Rakyat Online dan Media Tinta Rakyat, jangan sampai terjadi simpang siur berita yang tersebar di kalangan masyarakat umum,” ucap dr. H. Herawati, Sp.PK saat mengawali acara.

“Oleh karena yang melayani pasien Edo Kusuma itu adalah dr. Ahmad Sobari,Sp.B. maka yang akan menjelaskan dari awal sampai saat ini, terkait pengembalian dana pengobatan pasien Edo Kusuma,” sambung dr. Hera.

“Karena adanya obat yang diluar Formularium Nasional (Fornas), Maka pengembalian biaya pengobatan pasien Edo Kusuma itu adalah kebijakan yang sudah melalui prosedur pengembalian dana pengobatan, ungkap dr. Hera.

“Kebijakan tersebut diambil mengingat kemungkinan pasien akan mengikuti operasi lanjutan,” Sambung dr. Hera.

“Pada saat itu jikalau harus dilakukan operasi lanjutan, kami belum dapat menentukan waktunya, dan itupun dilihat dari kemampuan imunitas pasien” Ungkap Dirut RSUD Argamakmur dr.Hj. Herawati, Sp.PK.

dr. Sobari,Sp.B. selaku dokter yang menangani pasien Edo Kusuma menjelaskan kronologis pelayanan pasien Edo Kusuma dari awal sampai saat ini.

”Saya ingin meluruskan pemberitaan terkait dengan dugaan malpraktek pasien Edo Kusuma,” ungkap dr. Sobari, SP.B

“Kami sudah melakukan pelayanan yang maksimal dari awal pasien Edo Kusuma mengalami perlengketan usus buntu pecah, setelah itu dilakukan operasi pemotongan usus dan terjadi penyambungan usus, dan selanjutnya pasien pulang dalam keadaan membaik, namun harus menjaga imun tubuh sebelum sembuh total.” sambung dr. Sobari, Sp.B.

“Penyakit pasien Edo Kusuma memang berat dan harus membutuhkan proses pelayanan yang intensif,” tutup dr. Ahmad Sobari,Sp.B.

Ketika disinggung terkait kebenaran dugaan malpraktek pasien Edo Kusuma

dr. Ahmad Sobari,Sp.B mengatakan, ”Saya sudah berusaha maksimal dan saya hanya manusia biasa, dan hanya bisa berserah kepada Allah SWT.” (Bayu Setiawan)