UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara (06/05/26) – Seorang Polisi yang bertugas di SAMSAT Bengkulu Utara ikut berkomentar atas Viralnya Pemberitaan mengenai intrik seorang siswi SMAN 02 Bengkulu Utara yang mengaku-ngaku sebagai Korban insiden perkelahian antar siswa pada Selasa, 5 Mei 2026.
Hal tersebut diketahui sekira pada selasa siang Anggota Polisi tersebut menghubungi wartawan melalui sambungan telepon aplikasi whatsapp.
Dalam percakapan telepon tersebut, penelepon yang diketahui sebagai seorang Anggota Polisi tersebut mengatakan bahwa (MA) itu dipukul dan ada bukti visumnya.
Belum diketahui secara pasti darimana Anggota Polisi yang bertugas di bagian SAMSAT Bengkulu Utara tersebut mengetahui secara detail kasus Dumas yang masih ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Bengkulu Utara tersebut.
Belum juga diketahui secara pasti mengenai maksud dari Anggota Polisi yang bertugas di SAMSAT tersebut mencampuri kasus Dumas yang tengah di tangani Unit PPA Satreskrim Polres Bengkulu Utara.
Informasi terhimpun, seorang warga Desa Tanjung Raman yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, “Kalo (AA) tuh emang ada hubungan dengan keluarga (MA).”
“Istrinya (AA) tuh kan saudara kandung dari ibunya (MA),” ungkapnya.
Sehari sebelumnya, yaitu Pada saat mediasi yang diselenggarakan pihak SMAN 02 Bengkulu Utara pada 4 Mei 2026, JM. Merunu Selaku Bhabinkamtibmas mengatakan, “Jujur Saya tersinggung dengan ulah oknum (AA) ini, harusnya masalah seperti ini tidak perlu naik Ke Polres, Kenapa Saya tidak dihubungi dan langsung lapor ke Polres.”
“Biasanya masalah seperti ini bisa diselesaikan dibawah gak perlu naik, dan sudah tradisi disini masalah seperti ini palingan UUD,” ucapnya
“Ujung ujungnya duit, dan ini terbukti dari permintaan yang diungkapkan langsung oleh Ibunya (MA), 30 juta,” ungkapnya.
Belum diketahui secara pasti peranan dari Anggota Polisi yang bertugas di SAMSAT Bengkulu Utara dalam intrik yang dimainkan oleh Keluarga (MA).
Apakah Anggota Polisi ini memang merupakan Backing dari Keluarga (MA) sebagaimana yang disebutkan dalam berita sebelumnya, ataukah Anggota Polisi ini hanya berkomentar sebagai netizen saja.
Sampai berita ini ditayangkan, Anggota Polisi (AA) yang menghubungi salah seorang wartawan belum dapat dikonfirmasi mengenai maksud dari pernyataan beliau yang mengatakan bahwa (MA) itu dipukul dan ada bukti visumnya. (Bayu Setiawan)






