Jumat, Juli 3, 2026
Beranda BENGKULU UTARA Warga Sesalkan Kades Talang Renah Tak Selesaikan Pembangunan Jembatan Gantung

Warga Sesalkan Kades Talang Renah Tak Selesaikan Pembangunan Jembatan Gantung

822

Utara Update, Air Besi (16/01/24) – Warga Desa Talang Renah, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara sesalkan Pembangunan Jembatan Gantung yang tidak kunjung selesai.

Informasi yang dihimpun awak media ini pada minggu, 14 Januari 2024 terpantau sebuah Jembatan Gantung yang dibangun oleh pemerintahan Desa Talang Renah, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun anggaran 2023 belum terselesaikan dan belum dapat digunakan untuk kepentingan umum.

Salah seorang warga yang engan disebutkan namanya mengatakan, “Jembatan ini mulai dibangun pada bulan Mei 2023 dan menurut perencanaan akan diselesaikan pada bulan Oktober 2023.”

“Semula kami sangat antusias dengan adanya pembangunan jembatan gantung ini, karena jembatan gantung yang lama yang setiap hari kami gunakan sudah tidak layak lagi untuk digunakan,” sambung warga tersebut.

“Akan tetapi kok kenapa sampai berganti tahun, jembatan gantung tersebut belum terselesaikan,” sebuah pertanyaan mendasar keluar dari bibir warga yang enggan disebutkan namanya tersebut.

“Kami berharap jembatan ini dapat segera diselesaikan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat umum,” harap warga tersebut

“Kami sudah menanyakan kepada tukang yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Armajaya yang mengambil kontrak pengerjaan Pembangunan Jembatan tersebut,” ucap warga yang enggan disebutkan namanya itu.

“Tukang tersebut menjawab, pekerjaan sudah kami selesaikan sebagaimana kesepakatan kami dengan Kades, sisa pekerjaan tersebut semuanya bukan tanggung jawab kami lagi, itu tanggung jawab kades kalian,” ujar warga menceritakan hasil pembicaraannya dengan tukang beberapa waktu lalu.

Sampai berita ini ditayangkan, Sarmanadi Kepala Desa Talang Renah, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara belum menjawab chatingan aplikasi whatsapp yang dikirimkan awak media ini. (Bayu Setiawan)