Utara Update, Bengkulu Utara (12/09/24) – Perangkat Desa di Bengkulu Utara Keluhkan Penundaan APBD 2024 Bengkulu Utara yang berdampak pada 2 bulan tidak menerima gaji.
Seorang Perangkat Desa di Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara kepada redaksi Media Utara Update mengatakan, “kami sudah 2 bulan tidak menerima gaji bang.”
“Selama ini saya sudah menduga bahwa ini memang ada unsur kepentingan politik dari oknum tertentu di Provinsi,” ucap Perangkat Desa ini melalui Percakapan aplikasi whatsapp (12/02-red)
“Dan dugaan tersebut semakin menguat setelah saya tau bahwa oknum tersebut ikut serta dalam mengkampanyekan anaknya yang maju sebagai caleg yang juga satu partai dengan istri Gubernur Bengkulu,” ujar Perangkat Desa yang enggan disebutkan namanya ini.
Terpisah, salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Kota Arga makmur mengatakan, “Saya dan Perangkat Desa serta BPD sudah 2 bulan tidak menerima gaji.”
“Saya kasihan dengan beberapa perangkat desa yang memiliki pinjaman kredit di Bank, karena mereka tidak bisa membayar cicilan hutang di Bank,” ucapnya.
Lebih lanjut Kepala Desa mengungkapkan, “saya gak begitu paham kenapa ADD belum bisa dicairkan, saat saya menanyakan kepada Ketua Apdesi, dia tidak menjawab pertanyaan saya.”
“Kalau semisal ADD tidak bisa dicairkan lantaran APBD Bengkulu Utara tahun 2024 masih tertunda, saya mohon kepada yang menunda itu agar tidak menunda-nunda lagi,” ungkap Kades.
“Kasihan sama Perangkat Desa saya apabila kejadian ini berlangsung lama,” pungkasnya. (Bayu Setiawan)






