UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara (28/06/24) – Oknum Kepala Desa Tanjung Karet Bungkam saat dikonfirmasi Awak Media Utara Update (25/06-red) terkait dengan Viralnya pemberitaan mengenai Dugaan Korupsi Dana Desa Tanjung Karet yang hendak Di Adukan oleh DPC Ormas LAKI Bengkulu Utara kepada Aparat Penegak Hukum.
Pada Senin 24 Juni 2024 malam, pada sekira jam 19.23 WIB, sesaat setelah mengirimkan link pemberitaan yang berjudul “Sekjen Ormas LAKI Soalkan Realisasi Dana Desa Tanjung Karet Tahun 2023,” Awak Media Utara Update mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi whatsapp ke nomor whatsapp milik Oknum Kades Tanjung Karet, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara yang berbunyi, “izin Pak Kades…Apo tanggapan Pak Kades Terkait berita iko,”
Akan tetapi pertanyaan Singkat melalui aplikasi whatsapp tersebut hanya di baca saja oleh oknum Kades tanpa mengirimkan sepenggal kata pun sebagai pesan balasan atas pertanyaan yang dilontarkan Awak Media kepadanya.
Terpisah, pada selasa 25 Juni 2024, dalam sebuah grup whatsapp, Oknum Kepala Desa Tanjung Karet mengirimkan voice note yang berisikan omelan akan keluhan-keluhan hatinya.
Sembari mengirimkan foto pekerjaan jalan nasional, oknum Kades Tanjung karet mengirimkan voice note dengan bahasa daerah setempat yang berbunyi, ” Seandaine dalennio sumber dana ne kuni dana Desa asaiku bi asik te ca, posisine pertama mengganggu aktifitas perjalanan dau la diduga diduga,” (Seandainya jalan ini sumber dana nya berasal dari dana Desa rasanya senang kita, posisinya pertama mengganggu aktifitas perjalanan, banyaklah nanti dugaan dugaan yang muncul).”
Selanjutnya Oknum Kades Tanjung Karet kembali mengirimkan Voice note yang berbunyi, “Dana Desa jibeak ca ade Rabat beton bi setengak meter masuk ba media nak Republik Indonesia neh da, diduga tidak tidak dengan spek (Kalau Dana Desa janganlah ada pembangunan Rabat Beton setengah meter pasti langsung masuk media se Republik Indonesia, Diduga tidak sesuai dengan spek).”
Mendengar omelan Oknum Kades Tanjung Karet dengan voice note nya, salah seorang anggota grup whatsapp tersebut menanyakan, “ada apa gerangan ini adinda.”
Si Oknum Kades Tanjung Karet langsung menjawab dengan voice note yang berbunyi, “Kumu bayangkan Bae, seandaine membangun dalen o nano ma dana desa, gesine ba, asaiku bi mberita milot miai ne dee, asaiku. (Kamu bayangkan saja, seandainya jalan itu menggunakan Dana Desa, rasanya akan sangat banyak pemberitaan buruk tentang jalan ini).”
Kemudian si oknum Kades melanjutkan dengan voice note yang berbunyi, “Kades keme kades yo paket C, dee,coa sekula, saben nyen de ee (Kades Kami ijazahnya Paket C, Ada juga yang tidak sekolah, pasti mereka takut sekali dengan pemberitaan buruk)
Salah seorang member grup WhatsApp tersebut mengatakan, “omelan si (SKW) di grup whatsapp itu cuma membual saja.”
“Dia berbuat demikian mungkin lantaran viralnya pemberitaan mengenai dugaan korupsi di desa tanjung karet,” ucapnya.
“Dia itu cuma sibuk cari pembenaran sendiri saja, dengan coba mengalihkan isu dan mengatakan itu cuma kerjaan wartawan yang cuma cari cari kesalahan saja,” tandas member grup whatsapp yang tidak ingin disebutkan namanya ini.
Sampai berita ini ditayangkan, Oknum Kepala Desa Tanjung Karet masih bungkam. (Bayu Setiawan)






