Jumat, Juli 3, 2026
Beranda BENGKULU UTARA Ketahanan Pangan Desa Dusun Curup Diduga Gagal, Ayam dan Ikan Tidak Diketahui...

Ketahanan Pangan Desa Dusun Curup Diduga Gagal, Ayam dan Ikan Tidak Diketahui dimana Keberadaannya

602

UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara (30/01/26) – Program Ketahanan Pangan di Desa Dusun Curup kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu kembali menyita perhatian publik, usai warga pertanyakan dimana keberadaan Ayam petelur dan ikan pada 30 Januari 2026.

Seperti diketahui publik belum lama ini inspektorat kabupaten bengkulu utara menerbitkan LHP pada tahun 2025 yang lalu terkait dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) dan menetapkan kerugian negara (KN) hingga mencapai ratusan juta rupiah, kini dusun curup kembali menjadi sorotan terkait ketahanan pangan tahun anggaran 2025 yang diduga gagal hingga dikeluhkan oleh warga.

pantauan awak media 28/01/2026 di lokasi tidak terlihat ayam petelur, yang tersisa hanya perabotan, kandang ayam dan sebuah gubak yang tidak berpenghuni.

Salah seorang warga setempat yang engan disebutkan namanya mengatakan, “kalau ayam petelur beberapa waktu yang lalu yang ada sekitar 25 ekor saja mas, selebihnya entah kemana.”

“Kalau kami tidak salah ketahanan pangan desa kami Ayam petelur sama ikan, tapi kami tidak tau lagi kemana Ayam dan ikan itu sekarang, sebab sudah tidak terlihat lagi, lihat saja sendiri pak di belakang masjid sana, “terang warga.

Warga juga menambahkan, “kalau itu dibagikan kepada warga saya tidak dapat informasinya pak, sebab kalau di bagikan saya sendiri warga dusun curup tidak dapat bagian, lebih jelasnya tanya sama pengurusnya saja pak kemana Ayam petelur itu, “pungkasnya.

Tujuan utama ketahanan pangan desa adalah menciptakan desa yang mandiri dan berdaulat pangan, mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya secara berkelanjutan, cukup, beragam, bergizi, aman, dan terjangkau dengan memanfaatkan potensi lokal, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi desa.

Hingga berita ini diterbitkan belum dapat dikonfirmasi pengurus BUMDES atau TPK untuk dimintai keterangan terkait ketahanan pangan dusun Curup tersebut. (Bayu Setiawan)