UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara (07/02/2025) – Tahapan Persiapan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2025 di Kabupaten Bengkulu Utara menuai kontroversi dikalangan calon jemaah haji.
Pasalnya, lokasi pemeriksaan kesehatan tahap kedua yang seharusnya dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tetapi dilakukan di Charitas Hospital Arga Makmur, atau lebih dikenal RS Hana Charitas.
Menanggapi itu, Kepala Kemenag Bengkulu Utara, Dr H Nopian Gustari MPd.I saat dikonfirmasi, pihaknya saat ini tengah cuti dinas lantaran sedang menjalankan ibadah Umroh.
Disinggung soal permasalahan sedang hangat terkait lokasi pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, pihaknya menegaskan bahwasanya soal penempatan lokasi itu kewenangan Dinas Kesehatan Bengkulu Utara dan pihak rumah sakit.
Dirinya hanya meminta kepada dinas terkait untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang ingin melakukan keberangkatan menjadi jemaah haji di tahun 2025 ini.
“Itu kewenangan Dinas, kami mengharap pelayanan yang terbaik dan mudah kepada calon jemaah haji kita yang ingin mengikuti pemeriksaan kesehatan,”jelasnya melalui pesan voice note WhatsApp, Jum’at (7/2/2025).
Nopian menambahkan, pada tahap pemeriksaan kesehatan bagi CJH ini hanya diberikan waktu yang singkat dan butuh pelayanan cepat.
Meskipun CJH belum melunasi biaya jemaah haji, masyarakat Bengkulu Utara yang sudah terdaftar berangkat sebanyak 202 orang itu tetap dilayani oleh RS.
“Waktunya sangat singkat, hanya dua minggu CJH untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dan mereka tidak bisa membayar lunas jika belum mengikuti pemeriksaan kesehatan,”tambah Nopian.
Terkait lokasi pemeriksaan kesehatan CJH dilakukan di Charitas Hospital Arga Makmur, pihaknya menerangkan bahwa RS yang terdaftar di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) ditahun 2025.
“Sedangkan RSUD Arga Makmur belum kantongi Siskohatkes di Kementerian Kesehatan. Untuk itu, informasi yang kami dapat dari Bengkulu Utara, dinkes dan pihak terkait tengah melengkapi berkas untuk didaftarkan di Siskohatkes,” terangnya.
Sampai Berita Ini ditayangkan, pihak Dinas Kesehatan Bengkulu Utara masih bungkam seribu bahasa. (Bayu Setiawan)






