UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2027, pada 26 Januari 2026.
Bertempat di Ruang Koment Center Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Forum ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan dokumen perencanaan tahunan daerah disusun secara partisipatif, terarah, dan selaras dengan kebijakan provinsi maupun nasional.
Kegiatan dihadiri oleh Bupati, Arie Septia Adinata. SE.M.AP dan Wakil Bupati H. Sumarno. S.Pd, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, unsur Forkopimda, Bapperida Provinsi Bengkulu, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMD dan Instansi Vertikal, Lembaga Perbankan, Perguruan Tinggi, Organisasi Perempuan, dan Pemuda, LSM, Tokoh Masyarakat, serta Insan Pers.
Kepala Bidang PPEPD Rina Fitrianty, ST.MT dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan forum ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.”
“Forum ini bertujuan menyerap masukan konstruktif terhadap penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Tahun 2027, sekaligus menyepakati program prioritas yang akan dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan,” ucapnya.
Arie Septia Adinata, SE., MAP, Bupati Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan tahapan krusial dalam proses perencanaan pembangunan.
“Forum ini menjadi ruang partisipatif untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan, agar RKPD Tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan riil Masyarakat,” tegasnya.
Bupati menyampaikan “tema RKPD Tahun 2027 difokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.”
“Saat ini, kondisi makro Kabupaten Bengkulu Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya pertumbuhan ekonomi , tingkat kemiskinan masih, dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi terpadu dan lintas sektor,” ujarnya.
“RKPD 2027 juga harus disusun selaras dengan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Bengkulu Utara 2025–2029, kebijakan Provinsi Bengkulu, serta Asta Cita dalam RPJMN 2025–2029,” lanjutnya.

Lebih lanjut Bupati menekankan “pentingnya penguatan sinergi antara perencanaan dan penganggaran, optimalisasi belanja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, serta penghindaran duplikasi program antar perangkat daerah.”
Sementara itu, Kepala BAPPERIDA Dr. M. Dodi Hardinata. S.Sos.M.Si. CPOf,. CPSp,. CCMS,. CTLC dalam paparannya menyampaikan “bahwa penyusunan RKPD Tahun 2027 dilakukan melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta kombinasi top-down dan bottom-up. Target makro pembangunan tahun 2027 diarahkan pada pertumbuhan ekonomi 6,2-6,5 persen, penurunan kemiskinan menjadi 10,69 persen, peningkatan IMM menjadi 0,55 serta penurunan stunting secara signifikan.”
“Prioritas pembangunan dirumuskan dalam Visi “ BENGKULU UTARA MAJU, HEBAT SEJAHTERA, DAN BAHAGIA BERKELANJUTAN (MAHABBAH) dan Misi yang terdiri dari “Mewujudkan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan yang Inklusif, mewujudkan Percepatan Transformasi Sosial Kultural Berbasis Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia, Mempercepat Pembangunan Insfrastruktur Terpadu, Mewujudkan Percepatan Trasformasi dan Tata Kelola Pemerintah dan Pelayanan Publik yang Baik sehingga Kabupaten Bengkulu Utara diharapkan dapat mengintegrasikan arah kebijakan tersebut guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya
“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dokumen RKPD Tahun 2027 yang responsif, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola pembangunan yang akuntabel dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV)












