Jumat, September 4, 2026
Beranda BENGKULU UTARA Desa Rama Agung Terindikasi Jadi Tempat Prostitusi, Transaksi Sex dan Penjualan Miras

Desa Rama Agung Terindikasi Jadi Tempat Prostitusi, Transaksi Sex dan Penjualan Miras

55

UTARAUPDATE.COM, BENGKULU UTARA (04/09/26) — Keprihatinan mendalam meluas di kalangan masyarakat terkait dugaan praktik tidak terpuji yang berkembang di Desa Rama Agung, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Desa yang dikenal luas sebagai Desa Percontohan Kerukunan Umat Beragama di tingkat nasional ini kini diduga kuat dijadikan tempat berlangsungnya aktivitas prostitusi serta peredaran dan penjualan minuman keras secara terselubung maupun terang-terangan .

Kondisi semakin memprihatinkan karena diduga kegiatan tersebut difasilitasi melalui penggunaan “aplikasi hijau”, yang kerap disalahgunakan pelaku untuk berkomunikasi, menawar harga, hingga menentukan lokasi pertemuan secara cepat dan sulit dilacak.

Yang paling menyayat hati, segala perbuatan tersebut dinilai sangat bertentangan dengan jati diri dan moto yang dijunjung tinggi Desa Rama Agung, yaitu sebagai desa percontohan kerukunan antarumat beragama yang diakui hingga ke tingkat nasional . Masyarakat menegaskan praktik prostitusi dan peredaran minuman keras bukan sekadar melanggar peraturan daerah, melainkan merusak citra, kehormatan, serta tatanan kehidupan damai yang telah dibangun selama puluhan tahun di desa ini.

Namun hingga kini, seolah-olah pihak pemerintah desa maupun aparat berwenang menutup mata terhadap perkembangan ini. Belum terlihat adanya langkah nyata, penindakan, maupun peringatan resmi yang dikeluarkan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Warga khawatir jika dibiarkan terus, hal ini akan merusak nama baik Desa Rama Agung serta berdampak buruk bagi masa depan generasi muda.

Masyarakat memohon agar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, kepolisian, Satpol PP, serta seluruh unsur berwenang segera turun ke lapangan, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan mengambil tindakan tegas. Semoga predikat “Kerukunan Umat Beragama” bukan sekadar nama semata, melainkan benar-benar dijaga dan diwujudkan dalam kenyataan sehari-hari. (Bayu Setiawan)