UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara (04/07/26) – Ratusan pasang mata di area persawahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, menatap langit senja yang mulai merona jingga, Jumat (3/7/2026) sore.
Suasana semangat menyelimuti masyarakat yang hadir dalam puncak acara Rafflesia Kemumu Festival (RKF) 2026, saat seribu lampion perlahan dilepaskan.
Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol doa dan harapan kolektif untuk mewujudkan visi besar Bengkulu Utara Mahabbah.
Penerbangan seribu lampion yang berlangsung di hamparan sawah yang hijau ini menjadi daya tarik utama sekaligus penutup rangkaian festival budaya yang digelar selama tiga hari sejak 1 Juli 2026.
Ribuan lampion kertas yang diterangi api kecil itu tampak bagaikan kunang-kunang raksasa yang berarak menuju langit sore, membawa serta cita-cita masyarakat akan masa depan daerah yang lebih baik.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, mengatakan dalam acara malam penutupan Rafflesia Kemumu Festival di Kelurahan Kemumu itu, menjelaskan bahwa ada makna tersembunyi dalam kegiatan tersebut.
Yakni, harapan besarnya di balik tradisi ini, yang digagas pada tahun 2025 lalu dalam rangkaian Festival Kemumu di area persawahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya.
“Semoga dengan dilepasnya lampion ini, maka harapan dan doa kita bersama untuk mewujudkan Bengkulu Utara Mahabbah akan terwujud,” ujarnya dengan penuh harapan. (ADV)












