Pungutan untuk Acara Perpisahan Sekolah, Bolehkah?

1625

Utara Update, Bengkulu Utara (18/04/24) – Memasuki Akhir Tahun Kegiatan belajar mengajar, Sekolah-sekolah pada umumnya selenggarakan Acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa bagi para siswa di kelas akhir.

Baik Sekolah dasar, Sekolah lanjutan maupun sekolah menengah Atas selalu menyelenggarakan Acara Perpisahan yang sudah merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap akhir tahun ajaran.

Dalam Pelaksanaan Acara Perpisahan tersebut biasanya Para Siswa dibebankan Pungutan dan merupakan Kewajiban untuk setiap wali murid untuk membayar pungutan yang biasa disebut dengan iuran atau sumbangan tersebut.

Pada dasarnya pungutan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan diadakan di sekolah, terlebih lagi pungutan tersebut memberatkan wali murid untuk membayarnya.

Dasar acuan satuan pendidikan untuk tidak melakukan pungutan adalah Permendikbud RI No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan. Dalam Pasal 9 ayat (1) Permendikbud no 44 tahun 2012 tersebut menyebutkan satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Kemudian pada Pasal 181 huruf d PP No. 17 Tahun 2010 menyebutkan, pendidik dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun, apakah dengan tidak diperbolehkannya Pungutan dalam bentuk apapun diselenggarakan di sekolah tersebut Sekolah tidak boleh menyelenggarakan Acara Perpisahan?

Sebuah Pertanyaan besar yang memerlukan jawaban dari para pihak.

(Bayu Setiawan)