Nama Dicatut Pemerasan Tambak Udang, Parpen Bungkam, Ada Apa?

199

UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara 31/03/26) – Parpen Siregar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bengkulu Utara memilih bungkam saat namanya disebut dicatut oleh Oknum yang diduga melakukan Pemerasan terhadap PT Maju Tambak Sumur yang beraktivitas di Desa Kota Agung, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara.

Viralnya pemberitaan mengenai Tambak Udang yang terindikasi beraktivitas secara Ilegal diduga dimanfaatkan Oknum tidak dikenal guna mengambil keuntungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Utara saat dikonfirmasi pada pemberitaan sebelumnya mengatakan ada oknum yang mengaku sebagai dirinya menghubungi pihak perusahaan dengan meminta uang sejumlah 15 juta rupiah untuk penyelesaian masalah dengan para wartawan.

Berkenaan dengan Pencatutan Nama tersebut, saat awak media menanyakan apa tindakan yang akan diambil, Kadis DLH Kabupaten Bengkulu Utara dengan singkat mengatakan, “kan saya tidak dirugikan, yang dirugikan itu pihak perusahaan sudah kena tipu oleh oknum tersebut.”

Ketika ditanyakan, apakah Bapak tidak merasa dirugikan kalau nama bapak sudah di catut oleh orang tidak dikenal guna melakukan penipuan terhadap pihak perusahaan, Kadis DLH Bengkulu Utara tidak memberikan jawaban.

Ketika ditanyakan tindakan apa yang akan bapak ambil Terkait pencatutan nama bapak dalam tindakan penipuan oleh yang dilakukan oleh oknum terhadap pihak perusahaan, Parpen Siregar memilih bungkam.

Belum diketahui secara pasti Siapakah oknum yg diduga melakukan penipuan uang sejumlah 12 juta rupiah terhadap pihak perusahaan.

Belum diketahui secara pasti apakah cerita Parpen mengenai oknum pencatutan nama yang melakukan penipuan tersebut hanyalah karangan fiktif parpen ataukah memang merupakan kejadian yang sebenarnya yang diceritakan oleh pihak perusahaan kepada Parpen.

Sampai berita ini ditayangkan, Odian dan Heru yang merupakan perwakilan PT. Maju Tambak Sumur yang terindikasi beraktivitas secara ilegal belum menjawab konfirmasi Terkait kebenaran cerita Kadis DLH. (Bayu Setiawan)