Bupati Bengkulu Utara Turun ke Pasar Pantau Harga Sembako Jelang Ramadan

168

UTARAUPDATE.COM, Bengkulu Utara – Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara turun langsung memantau harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Modern (PTM) Purwodadi, Kota Arga Makmur.

Bupati Bengkulu Utara bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Modern (PTM) Purwodadi di Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (l1/2/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.

Dalam kegiatan itu, Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata didampingi Kapolres AKBP Bhakti Kautsar Ali, pihak Kodim 0423/BU, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah merasa perlu hadir langsung di lapangan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

“Kami ingin masyarakat bisa menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang, tanpa dibebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Untuk itu, semua instansi terkait kami minta berkolaborasi menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga, mulai jelang puasa hingga Idul Fitri,” ujar Arie Septia Adinata.

Dalam sidak tersebut, rombongan memantau langsung harga sejumlah komoditas utama, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, serta berbagai bahan pangan lainnya.

Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati juga berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli guna mengetahui kondisi pasar secara faktual.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa harga bahan pokok masih dalam kondisi normal dan belum mengalami kenaikan signifikan.

“Untuk sementara masih normal. Baik beras, telur, cabai, maupun kebutuhan pokok lainnya. Ade kecenderungan ada kenaikan di harga daging, Harapannya kondisi ini bisa terus terjaga sampai Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Arie Septia Adinata

Meski demikian, Bupati Arie mengingatkan para pedagang dan distributor agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan dengan melakukan penimbunan atau memainkan harga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Jangan ada yang bermain-main dengan kebutuhan pangan masyarakat. Jika ditemukan penimbunan atau permainan harga, saya minta agar ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. (ADV)