Utara Update , Bengkulu Utara (27/11/23) – Anggota DPRD Bengkulu Utara angkat bicara terkait pengaduan masyarakat mengenai pembangunan jalan hotmix yang baru saja selesai dibangun diduga kualitasnya rendah alias tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Tommy Sitompul, S.Sos yang merupakan Anggota DPRD Bengkulu Utara dari Fraksi Golkar mengatakan, “Saya mendapat keluhan dari masyarakat terkait pembangunan jalan hotmix tahun 2023 yang berada di Desa Marga Sakti kecamatan Padang Jaya, kualitasnya diduga sangat buruk.
“Masyarakat bersyukur dan mengucapkan terimakasih terhadap pemerintah daerah yang telah melakukan perehaban jalan hotmix di Desa Marga Sakti Padang Jaya pada anggaran tahun 2023 ini,” sambung Tommy Sitompul.
“Namun warga setempat menyayangkan kualitas pekerjaan yang diduga dikerjakan dengan asal – asalan oleh pihak kontraktor,” ucap Tommy Sitompul.
Lanjut Tommy Sitompul, “hasil sidak ke lokasi proyek, ternyata fakta ditemukan pembangunan jalan hotmik di Desa Marga Sakti tersebut di duga tidak sesuai harapan masyarakat.”
“Kualitas pekerjaan sangat buruk, mengecewakan, bahkan hotmixnya sangat kasar dan banyak ditemukan gumpalan yang tidak merata,” lanjut Anggota DPRD Bengkulu Utara ini.
“Melihat amburadulnya hasil pembangunan infrastruktur jalan hotmix di Desa Marga Sakti, Saya berharap Bupati dan dinas terkait dapat meningkatkan pengawasan setiap pembangunan, ujar Tommy Sitompul.
“Karena untuk menikmati jalan mulus yang berkualitas bagus sudah lama dinantikan warga,” tandasnya.
Anggota DPRD Bengkulu Utara ini mengungkapkan, “Sangat Miris terjadi justru sesaat setelah proyek diselesaikan, belum ada hitungan jam, bulan ataupun tahun lapisan aspal hotmix yang dibangun sudah terkelupas, sehingga tidak dapat dinikmati jangka waktu lama.”
“Oleh karena itu Bupati dan dinas terkait harus peka dengan adanya keluhan dari masyarakat terhadap kualitas pembangunan yang ada,” ungkap Tommy Sitompul.
Pemerintah Daerah seharusnya bisa memberikan sanksi tegas kepada rekanan yang nakal yang mengerjakan proyek pembagunan asal asalan, karena warga tidak minta muluk-muluk, hanya minta jalan bagus, mulus. dan pelayanan birokasi yang mudah,” pungkas Tommy Sitompul. (ADV)






